Jumat, 04 November 2011

akibat melalaikan shalat

Di antara perbuatan yang ter-masuk dosa besar setelah syirik dan kufur adalah, meninggalkan shalat.
Allah I berfirman, “’Apa yang memasukkan kamu ke dalam (neraka) Saqr ?’ Mereka menjawab, ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang-orang miskin, Adalah kami membicarakan yang batil bersama orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan hari pem-balasan, hingga kematian mendatangi kami.’” (al-Muddatstsir: 42-47)
Jika kondisi seperti ini berlaku pada orang-orang yang melalaikan shalat (memperlambat shalat dari batas waktu yang telah ditetapkan), atau meninggalkan rukun-rukun dan ke-khusyuannya, maka apa jadinya bagi orang yang sama sekali meninggalkan atau tidak mengerjakan shalat?
Ada banyak hadits menegaskan tentang shalat.
  • “Barang-siapa sengaja meninggalkan shalat ashar, maka hancurlah (gugurlah) amal perbuatan baiknya.”
  • “Pembatas seorang hamba dengan kemusyrikan adalah meninggalkan shalat.”
  • “Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia telah terbebas dari tanggung jawab (jaminan) Allah.”-
Umar bin Khaththab ber-kata, “Hadits-hadits tersebut merupakan peringatan kepada orang yang meninggalkan shalat.”
Ibrahim an-Nakha’i menambahkan, “siapa yang meninggalkan shalat, maka ia telah kafir.” Ayyub as-Sakhtiyani, menerangkan bahwa perbuatan tersebut (meninggalkan shalat) dikategorikan kufur (Meng-ingkari Allah)
Diriwayatkan oleh al-Jariri dari Abdullah bin Syaqiq dan Abu Hurairah Z, ia berkata, “Para sahabat Rasulullah r. tidak pernah meriwayatkan satu hadits pun tentang suatu amalan yang apabila ditinggalkan akan menjadi kafir, kecuali meninggalkan shalat.”
Ibnu Hazzam berkata, “Tidak ada dosa yang lebih besar setelah syirik kecuali meninggalkan shalat, atau memperlambat (mengakhir-kan waktu shalat) hingga waktu itu habis. Begitu pula dengan dosa seorang Mukmin yang membunuh seseorang tanpa alasan.”
Rasulullah r bersabda, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan dua kalimat syahadat, mengerjakan shalat dan membayar zakat. Apabila mereka telah melakukan hal itu, berarti mereka harus dilindungi, baik harta maupun jiwanya. Kecuali hal-hal yang menyangkut hak kewajiban Islam, sedangkan hisab (perhitungan di hari kiamat) mereka tergantung Allah.” ( Muttafaq ‘Alaih) 

Amalan yang pertama kali di hisab adalah Shalat, Kenapa...?

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al 'Ankabuut:45)


اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (٤٥
 
Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

 إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” 

Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)


Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” (HR. Tirmidzi)

Dimasa yang serba kacau dan lebih dari Jahiliyah kalau boleh admin katakan (apa alasannya ...? baca disini ) masih ada sebagian dari umat Islam menganggap sholat hanya semata-mata sebagai suatu ritualitas dalam agama yang amalnya akan bermanfaat kelak dihari kiamat selaku penolong dalam menghadapi siksaan Allah. Padahal pendapat yang demikian ini tidak sepenuhnya dapat dibenarkan, sebab manusia ini memiliki dua kehidupan yang seimbang; yaitu kehidupan masa sekarang atau alam duniawi dan kehidupan masa yang akan datang atau alam akhirat. Shalat Lima Waktu adalah shalat fardhu (shalat wajib) yang dilaksanakan lima kali sehari. Hukum shalat ini adalah Fardhu 'Ain, yakni wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang telah menginjak usia dewasa.

Banyak umat Islam yang belum mampu merasakan lezatnya beribadah sholat kepada Allah, dan banyak pula umat Islam yang masing sering meninggalkan melaksanakan sholat wajib 5 waktu, dan bahkan masih banyak sekali orang yang mengaku beragama Islam tapi tidak peduli dengan masalah kewajiban mengerjakan sholat. Padahal begitu besar manfaat dan pahala sholat bagi seorang umat manusia. 

Siapa yang tidak tahu Rukun Islam ada 5 bahkan semenjak kita baru belajar untuk bicara pun orang tua kita sudah mengajarkan bahwasanya Rukun Islam yakni 1. Syahadat, 2. Sholat 3. Puasa 4 zakat 5. Ibadah Haji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar